Minggu, 24 Januari 2016

TUGAS KKPI
Nama   : Agitya Bagus N
Kelas   : 4 Atp5
Nis : 7779

1.                                                      PT. TK SEED
            PT. TK SEED Merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertanian yaitu memproduksi benih cabai. Adapun Visi dan Misi sebagai berikut :
Visi :
ü  Menjadi produsen benih cabai yang mampu menciptakan benih unggul
Misi :
ü  Meningkatkan ekonomi masyarakat dalam bidang pertanian

2. Komoditas
            a. Sowing
                        Perlakuan benih sebelum menjadi bibit. Langkah yang harus dilakukan untukmelakukan sowing ini adalah :
1.      Merendam benih dalam air hangat atau dingin
2.      Benih disemai ke dalam tray yang sudah terisi bokasi dan arang sekam
3.      Menutup dengan media campuran bokasi dan arang sekam tersebut dengan tipis
4.      Menutup dengan mulsa untuk mengurangi penguapan 5-7 hari
            B. Persiapan Lahan
1.      Lahan disanitasi supaya tidak terganggu dan menghilangkan tumbuhan yang menjadi inang hama dan penyakit
2.      Melakukan pembajakan supaya tanah menjadi gembur dan subur
3.      Membuat bedengan
4.      Pengapuran tanah dengan menggunakan dolomit dengan dosis 0,5 per tanaman
5.      Memberikan pupuk dasar (SP36,Guano,Phonska,Kcl) pemberian pupuk dasar diberikan minimal 1 minggu sebelum pemasangan mulsa
6.      Memasang mulsa
            C. Penanaman
a.      Pengaturan Jarak Tanam
            jarak tanam yang digunakan 50-60 cm dengan jarak antar lubang 70 cm
b.      Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam sedalam 4-5 cm

c.       Penanaman
Bibit siap dipindahkan pada umur 25-30 hst atau memiliki 4-5 helaian daun. Penanaman dilakukan pada sore atau pagi hari.

            D. Pemeliharaan
a.      Penyiraman

Bibit yang baru saja ditanam disiram menggunakan air bersih supaya tanaman tidak stres. Penyiraman dilakukan 3 hari sekali sampai biit berumur 2 minggu setelah tanam.

b.      Pewiwilan
Pewiwilan dilakukan pada tunas yang tumbuh diketiak daun yang berada di bawah cabang utama.

c.       Pemasangan turus
Pemasangan turus dilakukan saat tanaman berumur 25-30 hst. Jika melebihi 30 hst dapat merusak perakaran tanaman. Turus ditancapkan dengan jarak 5-7 cm dengan panjang turus 125 cm.





d.      Pengikatan
Dilakukan dengan cara menikat bagian batang utama ke turus dengan sistem angka 8 Pengikatan dilakukan berbarengan dengan pewiwilan.


e.      Pemupukan susulan

Pemupukan susulan dilakukan dengan melihat pertumbuhan baik pertumbuhan vegetatif maupun generatif.

f.        Penyemprotan
Penyemprotan dilakukan dengan melihat kondisi tanaman atau kerusakan tanaman karena hama atau penyakit.



g.      Penyiangan
Penyiangan dilakukan dengan melihat kondisi rumput sekitar. Untuk penyiangan pada parit dilakukan dengan menggunakan penyemprotan bahan kimia sedangkan penyiangan lubang tanam dilakukan dengan manual.

h.      Polinasi
Polinasi bertujuan untuk mempertahankan keturusan serta memperbaiki keturunan yang dibantu oleh tenaga manusia.
i.        Panen
Panen dilakukan untuk cabai yang telah masak yaitu dengan ditandai cabai sudah berwarna merah.

j.        Ekstraksi
Dilakukan dengan memisahkan antara kulit cabai dengan bijinya. Karena yang dibutuhkan hanyalah bijinya. Setelah diambil biji dijemur dibawah sinar matahari.

k.       Pegemasan
Pengemasan bertujuan untuk mempertahankan kualitas benih selama penyimpanan sehingga benih tetap terjamin daya tumbuh dan daya kecambahnya.bahan kemas yang diguunakan adalah bahan dari plastik karena memiliki kekuatan terhadap tekanan dan tidak mudah robek

3.Penanganan Quality Qontrol Perusahaan
1.      Pengecekan Benih
Pengecekan benih disini meliputi kadar air dalam benih, tingkat perkecambahan, nomer benih, kenurnian benih dan keseragaman benih.
2.      Penjemuran Benih
Penjemuran benih dilakukan apabila kadar air dalam benih terlalu tinggi, sehingga harus dilakukan penjemuran dibawah sinar matahari.

3.      Sortasi Benih
Sortasi benih adalah melakukan pemilihan antara benih yang layak digunakan dan yang kurang layak digunakan dalam melakukan pembenihan, sehingga benih seragam dan tidak tercampur dengan varietas lain.

4.      Fugasi
Fumigasi adalah perlakuan benih sebelum pengemasan dengan memberikan fungisida supaya benih tidak mudah terserang hana dan penyakit.

5.      Packing atau pengemasan
Packing adalah Bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi fisik benih agar daya tumbuh dan daya kecambah tetap tahan tanpa penyimpangan penyimpangan. Bahan kemas yang digunakan adalah bahan kemas yang memiliki kekuatan dari tekanan ,kerusakan dan tidak mudah robek.

4. Penanganan limbah perusahaan
            Limbah perusahaan ini adalah cabai yang tidak dilakukan polinasi,tanaman cabai,mulsa,turus,dan botol bekas pestisida. Penanganan limbah cabai yang tidak dilakukan polinasi yaitu dengan dibagikan terhadap orang yang membutuhkan. Untuk mulsa dapat digunakan kembali untuk penanaman yang akan datang atau apabila sudah tidak layak digunakan dibuang dengan cara dibakar. Turus yang sudah digunakan dapat digunakan kembali dengan cara disortasi, untuk yang masih layak digunakan dapat digunakan kembali sedangkan yang sudah rusak dibakar. Dan pemanfaatan botol bekas pestisida yaitu digunakan sebagai memasang perangkap serangga.

5. HRD dan Standar Pegawai Perusahaan
            Standar kepegawaian di perusahaan ini adalah lulusan SMK/SMA sederajat serta standar kepegawaian tergantung jabatan yang diduduki oleh pegawai,apabila jabatanya tinggi maka tanggung jawab terhadap tugasnya semakin besar. Untuk hari kerja karyawan dari hari senin sampai hari kamis mulai pada pukul 07.00-16.00 istirahat mulai dari pukul 12.00-13.00. sedangkan hari jum’at mulai pada pukul 07.00-16.30 istirahat mulai dari pukul 11.30-13.00. dan pada hari sabtu mulai dari pukul 07.00-13.00.


6.produk hasil olah dan sasaran pemakaian lokal/eksport
            Produk yang dihasilkan berupa benih tanaman cabai. Sekarang ini banyak dibutuhkan para petani karena banyak petani yang bercocok tanam cabai. Benih perusahaan ini dipasarkan di daerah jawa dan diluar jawa.
7. sistem pemasaran produk
            Pemasaran produk dengan dipasarkan ke toko toko pertanian,distributor yang datang langsung ke perusahaan untuk mengambil produk sendiri,konsumen yang datang langsung ke pabrik.
8. pola kerja sama, Anak Binaan Perusahaan
            Perusahaan ini mampu bekerja sama dengan petani sekitar perusahaan serta toko-toko pengecer dengan melakukan pembinaan atau pelatihan yang bertujuan untuk mendekatkan hubungan emosional antara perusahaan dan pelanggan.
9. kepedulian ke Lingkungan sekitar perusahaan

            Kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar yaitu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar yaitu dengan cara memperkerjakan masyarakat disekitar perusahaan. Sehingga jumlah pengangguran dalam lingkungan perusahaan berkurang.








Senin, 16 Februari 2015

Budidaya Buah Naga


Manfaat Buah Naga

  1. Mencegah Kanker
  2. Menjaga Kesehatan jantung
  3. Mencegah Diabetes Melitus
  4. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
  5. Merawat Kesehatan Kulit
  6. Menetralkan racun
  7. Merawat Kesehatan Mata
  8. Menghambat Penuaan Dini
  9. Memperkuat Tulang dan Gigi
Banyak sekali bukan manfaat buah naga bagi kesehatan, karena memang zat yang terkandung dalam buah naga cukup banyak seperti kalori, protein, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin C, Vitamin B1, Vitamin B3, Vitamin B12, serta kandungan air.

ilustrasi - manfaat buah naga
ilustrasi – manfaat buah naga

Budidaya Buah Naga

Tanaman buah naga masuk dalam keluarga kaktus, s cocok di tanam di lahan kering dan di daerah tropis. Oleh sebab itu, iklim dan keadaan tekstur tanah di Indonesia cocok untuk pengembangan agribisnis buah naga.
Tanaman buah naga pada umumnya tidak membutuhkan perawatan khusus sejak di tanam hingga menghasilkan buah. Namun, perhatian dan ketekunan tetap di perlukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam membudidayakan tanaman buah naga.

1. Syarat Tumbuh Buah Naga

Tanaman buah naga merupakan tanaman long day plant. Artinya, tanaman ini membutuhkan penyinaran matahari yang penuh sepanjang hari. Maka, daerah tropis yang disinari matahari sepanjang tahun cocok untuk di tanami buah naga.
Tanaman buah naga dapat hidup di pegunungan dan perkotaan, dengan ketinggian 0 sampai dengan 900 dpl. Ia dapat tumbuh di semua jenis tanah, kecuali rawa-rawa.
Buah naga juga mampu hidup di segala kondisi, pada musim penghujan atau kemarau. Namun begitu, lokasi tanam yang memiliki curah hujan yang terlalu tinggi tidak menguntungkan bagi tumbuhan buah naga karena bisa menyebabkan kerusakan dan pembusukan. Pilih juga dari lokasi tanam yang bebas dari pencemaran udara karena udara yang tercemar mempengaruhi produksi buah naga.
Tanaman buah naga dapat optimal pada suhu 38-40’C. Jika perawatannya baik, tumbuhan akan mulai berbuah di usia 11-17 bulan.

2. Persiapan Lahan Tanam

Tanaman buah naga memerlukan media tanah berpasir yang kaya dengan bahan organik (unsur hara) serta porous (tidak becek). Agar lahan tetap porous, perlu di buatkan parit-parit untuk saluran drainase di sekitar lahan.
Jarak bibit buah naga yang ideal adalah 2,5 x 2 m. Pada lahan perlu dibuatkan ajir atau tiang penyangga yang berfungsi sebagai tempat merambatnya batang tumbuhan. Tiang penyangga dapat di buatkan dari beton (semen) yang tingginya 160-200 cm. Selain dari beton, tiang penyangga juga dapat di buat dari kayu yang di tancapkan sedalam 50 cm. Alternatif lain adalah penggunaan tanaman hidup berbatang kuat.
Setiap tiang penyangga dapat di manfaatkan untuk menyangga empat tumbuhan buah naga. Oleh karena itu, untuk setiap hektar di perlukan 2.000 tiang penyangga yang dapat menyangga 8.000 bibit. Penyangga harus di buat sekuat mungkin karena tumbuhan buah naga akan semakin berat seiring bertambahnya umur tumbuhan.

3. Pembibitan

Sebagaimana jenis kaktus lainnya, buah naga dapat di kembangkan dengan berbagai cara, antara lain dengan biji dan stek. Walaupun sedikit rumit, cara perkembangannya dengan biji masih tetap di lakukan. Pertama biji buah naga harus di keringkan. Setelah kering biji di rendam dalam air hangat. baru di sebarkan dalam media semai yang dapat berupa campuran pasir halus, batu bata bubuk, dan tanah kompos. Setelah umurnya setahun, dan mempunyai panjang 4-5 cm, tanaman sudah dapat di pindah ke media tanam.
Cara lain yang lebih mudah untukmendapatkan bibit adalah dengan cara setek. Penanaman melalui setek batang lebih baik karena selain lebih mudah di peroleh, pertumbuhannya juga lebih cepat.
Setek batang dapat diambil dari suler atau batang dewasa yang dipotong-potong dengan panjang minimal 20 sampai 30 cm. Setek batang yang baru di ambil terlebih dahulu harus diangin-anginkan di tempat sejuk selama 7-10 hari untuk menghilangkan getahnya dan agar luka mengering. Sebelum ditanam, bagian pangkal setek dapat di celupkan terlebih dahulu ke dalam cairan perangsang pertumbuhan akar.
Setek selanjutnya di tanam dalam kantong tanaman atau polibag yang terisi tanah liat, pasir, dan pupuk kandang dengan komposisi 1:1:1/3.
Setek juga dapat langsung di tanam pada lahan perkebunan. Beberapa hari kemudian akan tumbuh tunas-tunas pada setek.
Tunas-tunas yang tumbuh harus diseleksi. Sebaiknya hanya 1 atau 2 tunasyang baik yang di biarkan tumbuh. Tunas yang jelek harus di buang karena dapat mengganggu pertumbuhan selanjutnya.
Setek batang yang di tanam akan tumbuh menjalar ke atas mengikuti tiang penyangga. Setek batang yang telah di tanam sebaiknya di ikat pada tiang penyangga agar tidak terkulai dan mudah patah. Apabila tanaman sudah besar dan memenuhi penyangga sebaiknya di lakukan penjarangan.

4. Pemupukan

Tanaman buah naga memang cukup mudah dala perawatannya. Namun, tetap saja tumbuhan ini tidak lepas dari pemberian pupuk. Alasanya, makin sering di beri pupuk, pertumbuhan tumbuhan ini akan semakin subur dan cepat menghasilkan buah.
Pupuk yang di berikan adalah pupuk organik atau pupuk alami dari kotoran hewan (pupuk kandang). Jika di bandingkan dengan tumbuhan buah lainnya tumbuhan buah naga dapat di katakan pemakan pupuk kandang yang paling rakus. Untuk satu pohon tumbuhan buah naga setidaknya memerlukan satu karung pupuk kandangsetiap bulannya. Hal tersebut memang masuk akal karena tanaman buah naga memang mampu menyimpan hara atau nutrisi untuk menghasilkan daging buah. Pemberian pupuk kandang yang banyak juga dapat membuat batang tanaman tampak kokoh dan tidak mengkerut.
Untuk jenis pupuk kandang yang baik di berikan pada tumbuhan buah naga adalah bersumber dari kotoran sapi atau kambing. Kedua jenis pupuk kandang ini sangat cocok karena kotoran sapi maupun kambing sama-sama memiliki unsur yang panas yang dapat menghangatkan media tanam. Apalagi, tumbuhan buah naga hanya tumbuh baik pada kondisi lahan yang tidak lembab, sebagaimana kondisi lahan untuk tanaman kaktus yang hidup di gurun.
Selain pupuk ornagik padat, dapat juga di berikan pupuk organik cair. Pupuk organik cair di semprotkan 7 hari sekali saat tumbuhan masih kecil, dan frekuensinya dapat di tingkatkan saat tumbuhan sudah besar.
Alternatif lain dalam pemberian pupuk adalah setiap bulan tanaman dapat di beri pupuk NPK dengan perbandingan 15:15:15 sebanyak 2 sendok teh per tanaman. Tambahkan pula pupuk mikro, misalnya metalik dengan konsentrasi 4 cc/liter air, dengan dosis 3 liter per tanaman. Pada umur 6 bulan, berikan pupuk Hortigo Kuning dan Hortigo Power, masing-masing 0,5 sendok teh per tanaman. Pupuk urea jarang di berikan karena dapat mengakibatkan kebusukan.

5. Penyiraman

Tumbuhan buah naga tidak banyak memerlukan banyak air. Karena termasuk jenis kaktus, tumbuhan buah naga dapat menyimpan air sendiri. Air hanya di perlukan secukupnya pada musim kemarau. Penyiraman dapat dilakukan seminggu sekali. Jika terjadi hujan, tanama tidak perlu di siram lagi.
Air penyiraman tidak boleh sampai menggenangi pangkal batang. Sebab pangkal batang yang terendam air dapat membusuk dan mati. Oleh karena itu, perlu di buatkan saluran airdi sekitar tanaman atau lahan agar air tidak tergenang.

6. Pembungaan

Tumbuhan buah naga mengeluarkan bunganya kurang dari setahun setelah di tanam. Bunga akan mekar pada malam hari. Untuk proses penyerbukannya, secara alami di bantu oleh lebah, kupu-kupu, kelelawar, atau semut. Selain secara alami, penyerbukan juga dapat di bantu oleh manusia.

7. Pemangkasan

Dahan-dahan yang cukup panjang atau tidak produktif perlu dipangkas. Selain agar pertumbuhannya optimal, pemangkasan juga dapat merangsang pembungaan. Pucuk-pucuk batang juga harus sering di pangkas, agar buah tudak kekurangan nutrisi.

 https://www.sipendik.com/kiat-sukses-budidaya-buah-naga/